Status Khuntsa Musykil Sebagai Ahli Waris (Studi Pemikiran Imam Abu Hanifah)
DOI:
https://doi.org/10.56593/khuluqiyya.v1i1.14Keywords:
Waris, Abu Hanifah, Khuntsa MusykilAbstract
Allah Swt menciptakan manusia hanya dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Masing-masing jenisnya memiliki karakteristik dan ciri-ciri yang berbeda. Tetapi kenyataannya, terdapat seseorang yang tidak mempunyai status yang jelas, bukan laki-laki dan bukan perempuan. Orang dengan ketidakjelasan status jenis kelaminnya ini disebut khuntsa, dalam dunia medis dikenal dengan istilah Hermaphrodite. Salah satu permasalahan khuntsa adalah dalam hal menentukan hak waris, serta bagian warisannya. Dalam Al-Qur’an jelas dikemukakan secara detail mengenai hukum kewarisan. Tapi belum ditemukan dalam Al-Qur’an mengenai hukum waris bagi khuntsa. Tulisan ini akan membahas serta menganalisis pendapat Imam Abu Hanifah dalam menentukan status dan bagian warisan yang diterima khuntsa musykil.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan filosofis yaitu pendekatan yang didasarkan atas norma hukum dan konsep syarî’ah. Hasil penelitian ini mengemukakan ada dua sebab dalam melatar belakangi kewarisan khuntsa musykil menurut Imam Abu Hanifah. Pertama, orang yang mewaris tidak bisa mendapat hak warisnya, kecuali dengan ketentuan yang pasti dan meyakinkan tanpa adanya keragu-raguan di dalamnya. Kedua, pada dasarnya semua hukum itu tidak bisa dijalankan kecuali dengan yakin begitu pula mengenai ketentuan hukum waris tersebut haruslah dengan yakin.
Downloads
References
Abu Zaid, Farouq, Hukum Islam : antara tradisionalis dan modernis, alih bahasa Muhammad, cet I, Jakarta: R3M, 1989.
Anshari, Muhdi, “Teknologi Pemilihan Jenis Kelamin Anak Perspektif Hukum Islam”, Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta: 2005.
Anwar, Mohammad, Faraidl hukum Waris Dalam Islam & Masalah-Masalahnya, Surabaya: Al Ikhlas, 2006.
Arief, Muhammad, Hukum Warisan Dalam Islam, Surabaya: Pt Bina Ilmu, 1986.
Ash Shabuniy, Muh. Ali, Hukum Waris Islam, Surabaya: Al Ikhlas, 1995.
Ash Shobuny, Muhammad Aly, Al Mawarist fis Syariatil Islamiyah Ala Dlauil Kitab Was Sunnah, Makkah Al Mukarromah: Syirkah Iqolatuddin, 1388 H.
Assin MS. Interseksualitas. Dalam: Masalah penyimpangan pertumbuhan somatik dan perkembangan seksual pada anak. Naskah lengkap PKB IKA ke-XIII, Jakarta: PKB IKA 1986.
Azhar Basyir, Ahmad, Hukum Waris Islam, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fak. Ekonomi UII, 1990.
Bachtiar, Wardi, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.
Chalil, Moenawar, Sejarah & Biografi Empat serangkai Imam Imam: Hanafi, Maliki, Syafi’I, Hanbali, Jakarta: Bulan Bintang, 1990.
Depag, Al Qur’an dan Terjemah, (Kudus: Menara, 2006 )
Djaya, Tamar, Studi Perbandingan Imam Mazhab, Cet. III, Solo: Ramadhani, 1991.
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, KELAMIN GANDA, penyakit atau penyimpangan gender .htm, Diakses 3 Desember 2012.
Ferdinand, Fictor & Ariebowo, Moekti. Pintar Belajar Biologi. Jakarta: visindo, 2002.
Hadzami, M Syafi’i. Fatwa-fatwa Mualim, Jakarta: Quanta 2010.
Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh 1, cet II, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.
Hasan, Ahmad, Pintu Ijtihad Sebelum Tertutup, Bandung: Pustaka, 1984.
Hasan, Ali, Hukum Kewarisan dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1981.
Himpunan Fatwa Majlis Ulama Indonesia, Departemen Agama RI, Jakarta, 2003.
http://Suhardianto.blogspot.co.id/2009/03/17/dinamika-kepribadian-waria. diakses 3 Desember 2012.
Jafar, Abd Muchit, Problema Hukum Waria (khuntsa) dan Operasi Kelamin. (http://www.badilag.net/index2.php?), diakses 6 Desember 2012.
Jawad Mughniyah, Muhammad, Fiqh Lima Mazhab, Ali Bahasa Masykur A.B, Afif M, Idrus Al-Kaff, Cet.2 Jakarta: Lentera Basritama, 1996.
Jurjany, Ali bin Muhammad, Syarhus Siraiiyah ala Sirajiyah, Kairo: Farjallahu Zaky al Kurdy.
Jurnal, Studi Gender dan Islam Musawa, 1424-3460, 2003.
Karim, Syafi‟I, Fiqih/Ushul Fiqh, Bandung: CV. Pustaka Setia, 1997.
Kasani, Abu Bakar Ibn Mas’ud, Bada Iu- Al Shana’i fi Tartib Al Sharai, Beirut: Dar’al Fikr, 1996.
Kewinarno, Komunikasi Sosial Kaum Minoritas:Studi Kasus Waria di Yogayakarta , Penelitian The Toyota Foundation, 1993.
Kewinarno, Komunikasi Sosial Kaum Minoritas:Studi Kasus Waria di Yogayakarta , Penelitian The Toyota Foundation, 1993.
Khalil, Munawwar, Biografi Empat serangkai Imam Mazhab, cet. VIII, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.
Khatib Al Bagdadi, Tarikh Al-Bagdad, Beirut: Dar Al-Fikr,t.t.
Khudari Bik, Muhammad, Tarikh At Tasyri’ Al Islam, Surabaya: Al Hidayah.t.t.
M Syafi’I, Hadzami, Fatwa-fatwa Mualim. Jakarta: Quanta 2010.
M. Bukhori, Islam dan Adab Seksual, cet I, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
M. Bukhori, Islam dan Adab Seksual, cet I, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
Maruzi, Muslich, Pokok-Pokok Ilmu Waris, Semarang: Mujahidin, 1993.
MH Faradz, Sultana, Kalamin Ganda, Penyakit atau Penyimpangan Gender?, www.fk.undip.ac.id berita 16-umum 135-kelamin-ganda-penyakit-atau-penyimpangan-gender-html.,akses 12 oktober 2012.
Minasochah, “Praktek Perkawinan Waria Ditinjau Dari Hukum Islam”, Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2003.
Mubarok, Jaih, Kaidah Fiqih, Sejarah Dan Kaidah-Kaidah Asasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2002.
Muhammad Bahri Gazali dan Djumadris, Perbandingan Mazhab, Cet.1 Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992.
Muhlasul WR, Ahmad, “Khuntsa dalam Tinjauan Fikih dan Medis”, Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta: 2008.
Nadia, Zunly. “waria menurut pandangan Islam” Jurnal Studi Gender dan Islam Musawa, 1424-3460, 2003.
Nasution, Lahmudin, Pembaharuan Hukum Islam Madzhab Syafi‟I, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001.
Putusan fatwa MUI tentang waria yang dikeluarkan pada tanggal 1 November 1997.
Rahman, Fatchur, Ilmu Waris, Bandung: Alma’arif, 1971.
Rofiq, Ahmad, Fiqh Mawaris, Jakarta: Raja Grafindo Persada 1993.
Sabiq, Sayyid. Fiqhu al Sunnah, Mesir: Syirkatu al Dauliyyah li al Thaba’ah, 1425H./2004 M.
Shabuniy, Muh. Ali, Pembagian Waris Menurut Islam, Jakarta: Gema Insani Press, 1996.
Surahwardi K Lubis dan Komis Simanjuntak, Hukum Waris Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2004.
Suryo, Genetika Manusia, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1997.
Sutrisno, Hadi. Metodology Reasearch, Yogyakarta: Andi Offset,1990.
Syaifuddin, Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat, Jakarta: EGC, 1997.
Syarifudin, Amir, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Kencana, 2004.
Syiddieqiy, TM. Hasbi, Falsafah Hukum Islam, Cet.5 Jakarta: Bulan Bintang, 1972.
Syurbasi, Ahmad, Sejarah dan Biografi Empat Imam Mazhab, Semarang: Amzah, 2004.
Tahido Yanggo, Huzaemah, Pengantar Perbandingan Mazhab, Cet. 1 Jakarta: Wacana Ilmu, 1997.
World Forum, Pendapat Islam Tentang Inter Seksual, diakses 20 November 2012.
Yusuf Musa, Muhammad, At-Tirkah Wal Mirats Fil-Islam, Kairo: Darul Ma‟rifah, 1994.
Zahra, Abu, Imam Abu Hanifah Hayatuhu Wa Asruhu Arauhu Wa Fiqhuhu , Bairut: Dar Al Fikr, 1997.
Zalami, Mustafa Ibrahim, Asbab Ikhtilaf al-Fuqaha fi al-Ahkam asy-Syariyyah, Cet.I,Bagdad: Dar al-Arabiyah, 1976.
zanikhan, “khuntsa dalam hukum islam” http://zanikhan.multiply.com /journal/item/, akses 20 Oktober 2012.
Zarwi, Ibrahim Abbas, Teori Ijtihad dalam Hukum Islam, alih bahasa, Aqil Husein al-Munawar,cet-I Semarang: Dina Utama, 1993.
Downloads
Published
Versions
- 22-08-04 (2)
- 19-11-02 (1)


